Tanggung Jawab Nafkah Keluarga Oleh Pengguna Narkoba: Tinjauan Hukum Keluarga Islam (Kasus di Polres Kepahiang)

Saputra, Eka Gustian and Yusefri, Yusefri and Nasution, Aida Rahmi (2026) Tanggung Jawab Nafkah Keluarga Oleh Pengguna Narkoba: Tinjauan Hukum Keluarga Islam (Kasus di Polres Kepahiang). Masters thesis, Institut Agama Islam Negeri Curup.

[img] Text
TESIS EKA GUSTIAN SAPUTRA.pdf

Download (1MB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas tentang pemenuhan nafkah keluarga oleh pengguna narkoba yang berstatus kepala keluarga dalam proses penegakan hukum di Polres Kepahiang, hak-hak istri dari pengguna narkoba yang sedang menjalani proses hukum, serta tinjauan hukum keluarga Islam terhadap pemenuhan nafkah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap enam orang tersangka kasus narkoba yang berstatus kepala keluarga di wilayah hukum Polres Kepahiang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemenuhan nafkah keluarga oleh pengguna narkoba berstatus kepala keluarga dalam proses hukum di Polres Kepahiang mengalami hambatan ekonomi, sosial, dan psikologis yang signifikan, dengan istri menggantikan peran suami namun berpenghasilan terbatas serta minim akses bantuan. Hak-hak istri seperti informasi hukum, nafkah, dan pendampingan psikososial belum terpenuhi secara memadai, sementara ketiadaan suami juga berdampak pada stabilitas rumah tangga dan tumbuh kembang anak. Penelitian ini juga mengungkap bahwa lembaga penegak hukum belum memiliki mekanisme terpadu untuk menjembatani kebutuhan keluarga tersangka selama proses peradilan, sehingga perlindungan terhadap keluarga cenderung bersifat reaktif dan tidak terstruktur. Di sisi lain, istri-istri responden menunjukkan ketahanan keluarga yang cukup tinggi meskipun dalam keterbatasan, dengan mengandalkan modal sosial dari tetangga dan komunitas sekitar sebagai penyangga utama kehidupan sehari-hari. Secara hukum keluarga Islam, penyalahgunaan narkoba oleh suami merupakan pelanggaran kewajiban nafkah yang berdosa, dan meskipun status tahanan menjadi udzur, suami tetap memiliki tanggung jawab moral mencari solusi agar keluarganya tidak terlantar. Selain itu, temuan ini mengindikasikan perlunya sinergi antara aparat hukum, pemerintah daerah, dan lembaga keagamaan dalam memberikan pendampingan holistik, baik dari aspek ekonomi, psikososial, maupun spiritual, serta peningkatan peran Kepolisian dalam melakukan pendataan awal terhadap keluarga tahanan yang tidak mampu agar proses hukum tidak justru menimbulkan kemiskinan baru bagi keluarga yang ditinggalkan. Kata Kunci: Nafkah Keluarga, Pengguna Narkoba, Kepala Keluarga, Hak Istri, Hukum Keluarga Islam, Polres Kepahiang

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmail
Saputra, Eka Gustianekagustiansaputra@iaincurup.ac.id
Yusefri, Yusefriyusefriys@gmail.com
Nasution, Aida Rahmiaidarahminasution@iaincurup.ac.id
Subjects: K Law > K Law (General)
K Law > KZ Law of Nations
Divisions: Pasca Sarjana (S2) > Hukum Keluarga Islam (S2)
Depositing User: akun4 akun4
Date Deposited: 08 Sep 2026 08:07
Last Modified: 08 Sep 2026 08:07
URI: http://e-theses.iaincurup.ac.id/id/eprint/10831

Actions (login required)

View Item View Item