ALHAQ, ALHAQ and Ridwan, Rifanto Bin and Nasution, Aida Rahmi (2026) Peran KUA Terhadap Legalisasi Sertifikat Tanah Wakaf di Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang. Masters thesis, Institut Agama Islam Negeri Curup.
|
Text
Alhaq. PERAN KUA TERHADAP LEGALISASI SERTIFIKAT TANAH WAKAF DIKECAMATAN SEBERANG MUSI KABUPATEN KEPAHIANG.pdf Download (6MB) |
Abstract
ABSTRAK Alhaq (24801013): Peran KUA Terhadap Legalisasi Sertifikat Tanah Wakaf di Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang: Perspektif Hifzh al-Mal dalam Maqashid asy-Syari’ah. Tesis: Program Studi Hukum Keluarga Islam Pascasarjana IAIN Curup, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka aset tanah wakaf yang belum bersertifikat resmi di Kecamatan Seberang Musi, yakni mencapai 95% (31,19 Ha dari 44 lokasi). Kondisi ini memicu kerentanan hukum bagi eksistensi harta benda keagamaan dan memicu sengketa kewarisan keluarga wakif. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis peran KUA Kecamatan Seberang Musi dalam proses legalisasi sertifikat tanah wakaf; (2) Mengidentifikasi prosedur dan kendala mekanismenya; serta (3) Membedah implikasi legalitas sertifikat tanah wakaf terhadap ketahanan hukum keluarga wakif dan kemaslahatan masyarakat setempat melalui kacamata Hifzh al-Mal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif lapangan (yuridis-empiris). Data primer dihimpun dari wawancara mendalam dengan Kepala KUA selaku PPAIW, Penyuluh Agama Islam, Nazhir, Wakif, Tokoh Masyarakat, dan Perangkat Desa, didukung observasi fisik serta dokumentasi arsip AIW. Teknik analisis data menggunakan model reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Miles & Huberman, dengan pengujian keabsahan melalui triangulasi sumber, teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) KUA Kecamatan Seberang Musi telah menjalankan peran multidimensional sebagai PPAIW, edukator, dan mediator, namun fungsinya belum optimal; (2) Prosedur pembuatan Akta Ikrar Wakaf (AIW) berjalan sesuai aturan normatif, tetapi mandek pada tahap sertifikasi di BPN karena tidak adanya dokumen alas hak asli tanah asal di tingkat desa, keterbatasan SDM KUA, serta kuatnya budaya wakaf lisan (adat); (3) Berdasarkan perspektif Hifzh al-Mal, legalisasi sertifikat tanah wakaf memberikan implikasi vital berupa proteksi hukum absolut yang mencegah klaim sepihak dari ahli waris wakif di masa depan, menjaga keharmonisan ketahanan keluarga Muslim dari konflik waris, serta mengamankan kemaslahatan umum agar fungsi sosial tempat ibadah dan pemakaman terlindungi secara abadi (ta'bid). Kata Kunci: Kantor Urusan Agama, Sertifikasi Wakaf, Hifzh al-Mal, Hukum Keluarga Islam.
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Subjects: | K Law > K Law (General) | ||||||||
| Divisions: | Pasca Sarjana (S2) > Hukum Keluarga Islam (S2) | ||||||||
| Depositing User: | akun2 akun2 | ||||||||
| Date Deposited: | 08 Sep 2026 07:55 | ||||||||
| Last Modified: | 08 Sep 2026 07:55 | ||||||||
| URI: | http://e-theses.iaincurup.ac.id/id/eprint/10821 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
