Patrama, Riski and Misriani, Agita and Riyan oktori, Agus (2026) Analisis Julukan Masyarakat Rejang di Kecamatan Topos Kabupaten Lebong. Sarjana thesis, institut agama islam negeri curup.
|
Text
RISKI PATRAMA ANALISIS JULUKAN MASYARAKAT REJANG di KECAMATAN TOPOS KABUPATEN LEBONG.pdf - Accepted Version Download (5MB) |
Abstract
Julukan masyarakat Rejang menjadi penting karena julukan merupakan bagian integral dari praktik budaya dan komunikasi sosial dalam kehidupan masyarakat. Bertujuan untuk mempertahanan budaya lokal di tengah tengah masyarakat kecamatan Topos.Karena banyak sekali masyrakat yang tidak tau dengan hal tersebut. Julukan bukan hanya sekadar sebutan alternatif terhadap nama asli seseorang, tetapi juga mengandung muatan makna, simbolisme, dan nilai-nilai budaya yang khas, di dalam masyarakat Rejang, pemberian julukan lazim terjadi dan bahkan memiliki peran signifikan dalam struktur sosial, interaksi antarpersonal, serta pelestarian identitas etnik. budaya lokal adalah warisan turun-temurun yang menjadi ciri khas suatu kelompok masyarakat yang mencakup nilai-nilai, kebiasaan, serta cara hidup yang dipelajari dan dipraktekkan dari generasi ke generasi. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk mendeskipsikan makna dan fungsi yang terkandung dalam jenis julukan masyarakat Kecamatan Topos Kabupaten Lebong. Instrumen kunci dalam penelitian ini adalah dengan cara penelitian sendiri. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis julukan dalam lembaga adat istiadat terdapat 4 julukan, dalam pernikahan 7 julukan, 5 julukan dalam silek jang (gelar, sahabat) dan julukan keseharian 26 julukan pada masyarakat Rejang sehari-hari (teweak/pumen/unai). Makna yang terdapat pada 3 jenis julukan berbeda-beda. Lembaga adat 4 julukan bermakna denotatif, kemudian dalam pernikahan 6 bermakna Denotatif 1 Konotatif. Gelar silek jang 4 julukan bermakna konotatif. Julukan sehari-hari terdapat 1 julukan denotatif dan 25 bermakna konotatif. Dalam lembaga adat berfungsi untuk masyarakat adat baik dalam hal baik atapun sebaliknya. Gelar silek dan keseharian berfungsi pada silat rejang sebagai pedoman bahwasanya murid sudah selesai belajar. Julukan keseharian fungsinya adalah sering digunakan setiap ada masa pencalonan seperti Kades, Dpr, Bupati dan lainnya. Serta untuk pedoman dikehidupan sehari-hari sebagai bentuk hiburan. Kata Kunci : Folklor, Semiotika, Julukan, Makna, Fungsi
| Item Type: | Thesis (Sarjana) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Subjects: | P Language and Literature > PI Oriental languages and literatures | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah > Tadris Bahasa Indonesia | ||||||||
| Depositing User: | akun9 akun 9 akun9 | ||||||||
| Date Deposited: | 13 Mar 2026 07:53 | ||||||||
| Last Modified: | 13 Mar 2026 07:53 | ||||||||
| URI: | http://e-theses.iaincurup.ac.id/id/eprint/9698 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
