Akbar, Ali and Yunita, Nurma and Zakiyah, Zakiyah (2026) Analisis Esensi Salat dalam Perspektif Alquran Surah Al-‘Ankabut: 45 dengan Pendekatan Psikologi Behavioristik dan Cognitive Dissonance. Sarjana thesis, Institut Agama Islam Negeri Curup.
|
Text
ALI AKBAR_Analisis Esensi Salat Dalam Perspektif Alquran Surah Al-‘Ankabut 45 Dengan Pendekatan Psikologi Behavioristik Dan Cognitive Dissonance.pdf - Accepted Version Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini mengkaji esensi salat dalam perspektif Alquran Surah Al-‘Ankabut ayat 45 dengan pendekatan tafsir tahlili yang dipadukan dengan psikologi behavioristik dan teori cognitive dissonance. Ayat tersebut secara normatif menegaskan bahwa salat berfungsi mencegah perbuatan keji dan mungkar, namun realitas empiris menunjukkan adanya individu yang tetap melakukan maksiat meskipun menjalankan salat secara rutin. Fenomena ini melahirkan problem teologis dan psikologis yang menuntut analisis interdisipliner antara teks wahyu dan dinamika perilaku manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab orang yang salat masih melakukan maksiat dari sudut pandang ilmu tafsir dan psikologi dengan rumusan masalah 1) Bagaimana penafsiran esensi salat dalam QS. Al-‘Ankabut: 45. 2) Apa faktor yang menyebabkan salat tidak bisa mencegah perbuatan keji. 3) Bagaimana analisis esensi salat dalam perspektif Alquran surah al-ankabut: 45 dengan pendekatan psikologi behavioristik dan cognitive dissonance. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi pustaka (library research) dengan pendekatan metode tafsir tahlili. Hasil tafsir kemudian dianalisis menggunakan teori psikologi untuk menjelaskan mekanisme internal yang memengaruhi keberhasilan atau kegagalan fungsi transformatif pelaksanaan salat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, salat dalam QS. Al-‘Ankabut ayat 45 berfungsi sebagai mekanisme pembentukan kesadaran moral yang bersifat gradual dan kondisional, bukan sebagai jaminan otomatis terbebas dari maksiat. Kedua, Kegagalan salat dalam mencegah perbuatan menyimpang bukanlah kontradiksi terhadap Alquran, melainkan indikasi lemahnya internalisasi nilai salat dalam struktur kepribadian pelaku. Secara psikologis, kegagalan tersebut dipengaruhi oleh berhentinya salat pada level ritual formal, lemahnya integrasi nilai spiritual dalam perilaku sehari-hari, serta mekanisme disonansi kognitif yang memungkinkan individu mempertahankan praktik religius tanpa mengubah perilaku menyimpang. Ketiga, Penelitian ini menegaskan bahwa esensi salat terletak pada transformasi kesadaran, pengendalian diri, dan integrasi nilai ilahiah dalam kehidupan, sehingga efektivitasnya sebagai pencegah maksiat bergantung pada kualitas penghayatan, bukan sekadar pada pelaksanaan lahiriah. Kata Kunci: Tahlili; Psikologi Behavioristik; Cognitive Dissonance;
| Item Type: | Thesis (Sarjana) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Subjects: | S3 MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM > BF Psychology S3 MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM > BL Religion |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Ilmu Alquran dan Tafsir | ||||||||
| Depositing User: | akun6 akun6 | ||||||||
| Date Deposited: | 09 Mar 2026 07:21 | ||||||||
| Last Modified: | 09 Mar 2026 07:21 | ||||||||
| URI: | http://e-theses.iaincurup.ac.id/id/eprint/9629 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
