Aurat Menurut Pemikiran Muhammad Quraish Shihab

Ayu Safitri, Reza and Hamengkubuwono, Hamengkubuwono and Arsil, Arsil (2021) Aurat Menurut Pemikiran Muhammad Quraish Shihab. Sarjana thesis, IAIN CURUP.

[img] Text
reza ayu safitri.pdf

Download (2MB)

Abstract

Perempuan merupakan makhluk yang sangat ‘unik’ dan selalu menjadi sorotan khalayak umum, serta tidak terlepas pula dari kritik sosoal. Jika kita tarik satu benang merah inti dari permasalahan berasal dari aurat wanita. Aurat wanita dipahami sebagian masyarakat luas secara umum adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan yang dipraktikkan oleh wanita muslim di kalangan timur tengah yang kemudian di abadikan diterapkan dalam hukum Islam. Hal itu tidak terlepas dari kondisi geograis, serta kebudayaan masyarakat waktu itu. Islam pun menyebar ke berbagai penjuruh arah. Salah satunya Indonesia yang memiliki geograis dan kebudayaan yang jauh berbeda. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dipilihlah sosok Muhammad Quraish Shihab guna menasirkan al-Qur’an sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Pokok dari skripsi ini yang tersaji dalam rumusan masalah ini adalah pertama, Bagaimana batasan aurat perempuan menurut para ulama’ secara umum? kedua, Bagaimana Batasan aurat perempuan menurut pemikiran M. Quraish Shihab dalam Tafsir al-Mishbah? Penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research) atau telaah pustaka Sumber datanya terdapat sumber data primer dan sumber data sekunder. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif-analisis. Dengan menganalisis berbagai sumber baik primer ataupun sekunder menghasilkan kesimpulan: 1). Batasan aurat pada dasarnya terjadi ikhtilaf antar para ulama’ dalam setiap generasi. Akan tetapi tidak ada perbedaan yang signifikan. Para ulama’ di zaman klasik memilih bersikap sad adz-dzarai’ sehingga meskipun ada kemungkinan lebih baik mengambil ihtiyat. Hal ini sedikit berbeda dengan pandangan ulama’ modern yang mengambil batasan lebih bersifat terbuka, meskipun apa yang dikemukakan lebih bersifat opsi ketika keadaan tertentu saja. 2). Dalam analisi Quraish Shihab batasan aurat dipengaruhi oleh budaya dan kondisi geografis. Quraish Shihab lebih cenderung mengambil sikap tawaqquf. Menurutnya, berpakaian tidak harus ‘begini’ asal sopan. 3). Dalam budaya dan geograis Indonesia yang jauh berbeda dengan Arab, Negara tempat ‘lahirnya’ hukum menutup auarat dalam Islam, tentunya Indonesia memiliki cara berpakaian tersendiri. Sehingga, Quraish Shihab menganalisis ayat-auyat terkait dengan batasan aurat sesuai dengan kebutuhan masyarakat, maka relevan bagi masyarakat Indonesia yang memeluk agama Islam ketika ada opsi yang ditawarkan oleh Quraish Shihab

Item Type: Thesis (Sarjana)
Creators:
CreatorsEmail
Ayu Safitri, RezaUNSPECIFIED
Hamengkubuwono, HamengkubuwonoUNSPECIFIED
Arsil, ArsilUNSPECIFIED
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
L Education
Divisions: Fakultas Tarbiyah > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Mr emeraldo nugroho
Date Deposited: 21 Aug 2023 02:18
Last Modified: 21 Aug 2023 02:18
URI: http://e-theses.iaincurup.ac.id/id/eprint/3708

Actions (login required)

View Item View Item