Tradisi Ritual Fidiyah Semyang Masyarakat Desa Suka Datang Kecamatan Curup Utara Kabupaten Rejang Lebong Dalam Pandangan Hukum Islam

Isnaini, Isnaini and Dedi, Syahrial and Ridwan, Rifanto Bin (2020) Tradisi Ritual Fidiyah Semyang Masyarakat Desa Suka Datang Kecamatan Curup Utara Kabupaten Rejang Lebong Dalam Pandangan Hukum Islam. Sarjana thesis, IAIN Curup.

[img] Text
TRADISI RITUAL FIDIYAH SEMYANG MASYARAKAT DESA SUKA DATANG KECAMATAN CURUP UTARA KABUPATEN REJANG.pdf - Accepted Version

Download (2MB)

Abstract

Tradisi pembayaran fidyah dengan emas untuk orang yang telah meninggal di Desa Suka Datang Kecamatan Curup Utara Kabupaten Rejang Lebong atau masyarakat disana menyebutnya Fidiyah Semyang merupakan pokok pembahasan untuk penelitian ini.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih dalam pelaksanaan dan menanisme pelaksanaan pembayaran fidyah serta pandangan hukum Islam prektek fidyah yang berlaku di masyarakat. Penelitian ini berjenis penelitian Field Research dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode pendekatan Fenomenologi, etnografi serta pendekatan studi kasus. Adapun Sumber data pada penelitian terbagi menjadi 2 macam, yaitu data lapangan sebagai sumber data primer dan data kepustakaan sebagai sumber data sekunder. Serta teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan cara observasi dan wawancara kepada masyarakat Desa Suka Datang, diantaranya adalah masyarakat umum, tokoh masyarakat, dan ulama desa yang dianggap memiliki pengetahuan yang mumpuni serta dapat dipercaya untuk dijadikan sebagai sumber data penelitian. Praktek fidiyah merupakan fenomena yang berbeda dari praktek fidyah yang pada umumnya terjadi di daerah lain. Dengan munggunakan pendekatan tersebut diharapkan dapat menemukan jawaban hukum yang kemudian bermuara kepada sebuah solusi baru dalam pelaksanaan praktek fidiyah di Desa Suka Datang. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa jika dilihat dari pelaksanaan tradisi Fidiyah Semyang ini harus ada beberapa peralatan guna menjalankan kegiatan ritual berupa emas, uang serta wewangian. Kemudian kalau dilihat dari sisi hukum Islam praktek tersebut wajib apabila ada wasiat dari si mayit, namun jika si mayit tidak berwasiat maka hukumnya adalah sunnah. Lalu jika dilihat dari teori ‘Urf dimana tradisi Fidiyah Semyang ini termasuk kealam Al-‘urf Al-Fasid (tradisi yang rusak). Kemudian kalau dilihat dari sisi prakteknya penerima fidyah juga harusnya fakir dan miskin diganti menjadi para alim ulama yang boleh dikatakan berkecukupan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Creators:
CreatorsEmail
Isnaini, IsnainiUNSPECIFIED
Dedi, SyahrialUNSPECIFIED
Ridwan, Rifanto BinUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Pembayaran, Fidyah, Emas
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Mrs yuni hartini
Date Deposited: 21 Feb 2023 08:25
Last Modified: 21 Feb 2023 08:25
URI: http://e-theses.iaincurup.ac.id/id/eprint/2208

Actions (login required)

View Item View Item