Proses Talak Melalui Musyawarah Jenang Kutei Dalam Persfektif Fikih Dan Perundang-Undangan (Studi Kasus di Desa Lubuk Kembang Kecamatan Curup Utara)

Andriani, Yeni and Yusefri, Yusefri and Asmara, Musda (2019) Proses Talak Melalui Musyawarah Jenang Kutei Dalam Persfektif Fikih Dan Perundang-Undangan (Studi Kasus di Desa Lubuk Kembang Kecamatan Curup Utara). Sarjana thesis, IAIN Curup.

[img] Text
PROSES TALAK MELALUI MUSYAWARAH JENANG KUTEI DALAM PERSPEKTIF FIKIH DAN PERUNDANG-UNDANGAN (Studi Kasus Di Desa Lubuk Kem~1.pdf - Accepted Version

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini adalah tentang penyelesaian perkara perceraian melalui Jenang Kutei atau hakim desa, yang ditinjau dari perspektif fikih dan perundang-undangan. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif dimana penulis terjun langsung guna memperoleh data-data yang diperlukan dengan cara wawancara, observasi, tentang penyelesaian perkara perceraian melalui Badan Musyawara Adat sebagai jenang kutei. Sumber data yang digunakan adalah data primer, data skunder, kemudian menganalisis untuk memperoleh kesimpulan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan: Pertama, proses penyelesaian perkara perceraian melalui musyawarah jenang kutei yang mana pihak yang bersangkutan yang akan melakukan perceraian terlebih dahulu melapor kepada kepala desa, kemudian kepala desa membuat surat undangan, memanggil pihak terkait, kemudian jika telah ditetapkan waktu dan tempatnya maka akan dilangsungkan musyawarah, musyawarah tersebut dipimpin oleh ketua Badan Musyawarah Adat sebagai jenang kutei kedua belah pihak mendatangkan saksi-saksi, setelah musyawarah telah selesai dilaksanakan maka akan dibacakan hasil musyawarah, kemudian pihak laki-laki akan membuat surat talak, kemudian melapor kepada tokoh agama untuk memberi tahu bahwa mereka telah bercerai melalui musyawarah jenang kutei atau hakim desa. Dan akan dikeluarkan surat pernyataan yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak, dan saksi-saksi, surat talak dan surat pernyataan tersebut adalah sebagai bukti tertulis dan menjadi surat rekomendasi. Kedua, Tinjauan fikih terhadap penyelesaian talak yang dilakukan dengan melalui musyawarah jenang kutei dapat dikatakan sah secara agama, karena di dalam kacamata Islam hanya menjelaskan talak itu harus ada orang ketiga atau mediator, karena sudah jelas dalam ayat Alqur’an menegaskan bahwa jika terjadi persengketaan diantara keduanya maka kirimlah juru damai dari pihak laki-laki dan juru damai dari pihak perempuan.Tinjauan undang-undang berdasarkan hasil penelitian bahwa perceraian yang dilakukan melalui musyawarah jenang kutei menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tidak berpengaruh terhadap kelangsungan rumah tangga mereka, karena mereka tetap mengikuti proses melalui sidang pengadilan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Creators:
CreatorsEmail
Andriani, YeniUNSPECIFIED
Yusefri, YusefriUNSPECIFIED
Asmara, MusdaUNSPECIFIED
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Mrs yuni hartini
Date Deposited: 21 Feb 2023 08:20
Last Modified: 21 Feb 2023 08:20
URI: http://e-theses.iaincurup.ac.id/id/eprint/2085

Actions (login required)

View Item View Item