Abella, Yosan and Alparedi, Topan and Wijaya, Ranas (2026) Analisis Penerapan Manajemen Risiko Pembiayaan Murabahah pada Bank Syariah Indonesia (BSI) Kcp Curup. Sarjana thesis, INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) CURUP.
|
Text
YOSAN ABELLA.pdf - Accepted Version Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK Yosan Abela NIM. 19631109 “Penerapan Manajemen Resiko Pembiayaan Murabahah Pada Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Curup.” Skripsi. Program Studi Perbankan Syariah (PS). Penerapan manajemen risiko di BSI melibatkan sejumlah elemen, termasuk implementasi manajemen risiko secara menyeluruh, penanganan risiko-risiko secara terpisah, dan evaluasi keseluruhan profil risiko. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui penerapan manajemen resiko pembiayaan murabahah pada Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Curup. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dianalisis pemeriksaan, rekonstruksi dan sistematika data. Hasil penelitian menyatakan Pertama bahwa Di Bank Syariah Indonesia KCP Curup, beberapa kegiatan utama dilakukan, yang paling penting adalah memverifikasi kelayakan nasabah serta memantau pelaksanaan pembiayaan murabahah. Monitoring ini menjadi tahap penting setelah proses verifikasi data awal. Karena bisa jadi dalam proses peminjaman pembiayaan murabahah terjadi. Kelayakan nasabah, dalam konteks perbankan atau lembaga keuangan, merujuk pada penilaian kemampuan dan kesiapan seorang nasabah untuk memenuhi kewajiban finansialnya, terutama dalam hal pengembalian pinjaman atau pembiayaan. Penilaian ini penting untuk meminimalkan risiko pembiayaan macet dan melindungi lembaga keuangan dari kerugian. Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Pembantu Curup juga menerapkan prinsip 5C dalam menilai kelayakan calon nasabah sebelum diterima sebagai nasabah di BSI KCP Curup. Kedua, Menurut pihak bank Syariah Indonesia KCP Curup apabila seorang nasabah melakukan gagal bayar pada pembiayaannya maka resiko yang didapat adalah nasabah tersebut tidak akan bisa mengajukan kembali pembiayaan pada bank ini lagi. Sesuai dengan upaya dalam kerangka operasional pembiayaan Murabahah mengharuskan bank syariah untuk terlebih dahulu memperoleh aset sebelum menjualnya kepada nasabah. Kemudian untuk menekan potensi kemacatan pembiayaan agar selalu mendalami analisis dan sistem-sistem peringatan dini sebelum kemacetan terjadi. Kata kunci: Penerapan, Resiko, Murabahah.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Subjects: | K Law > KF United States Federal Law | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Perbankan Syariah | ||||||||
| Depositing User: | akun9 akun 9 akun9 | ||||||||
| Date Deposited: | 13 Sep 2026 14:18 | ||||||||
| Last Modified: | 13 Sep 2026 14:18 | ||||||||
| URI: | http://e-theses.iaincurup.ac.id/id/eprint/10841 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
