Sari, Indah and Edyar, Busman and Sholihin, Muhammad (2026) Perspektif Remaja Kecamatan Selupu Rejang Terhadap Konsep Kemapanan Menjelang Pernikahan Dalam Hukum Islam. Masters thesis, Institut Agama Islam Negeri Curup.
|
Text
PERSPEKTIF REMAJA KECAMATAN SELUPU REJANG TERHADAP KONSEP KEMAPANAN MENJELANG PERNIKAHAN DALAM HUKUM ISLAM.pdf - Accepted Version Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK Indah Pramitha Sari. NIM 24801008. Perspektif Remaja Kecamatan Selupu Rejang Terhadap Konsep Kemapanan Menjelang Pernikahan Dalam Hukum Islam. Tesis. Program Pascasarjana IAIN Curup. Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI). 2026. 167 halaman. Konsep Kemapanan Menjelang Pernikahan dalam Hukum Islam", menyusun penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya standar kemapanan di kalangan masyarakat sebagai syarat kelayakan menikah, padahal hukum Islam tidak menjadikan kemapanan ekonomi sebagai syarat sah pernikahan, melainkan menekankan kemampuan yang proporsional melalui konsep al-ba'ah dan kedewasaan (rusyd). Fenomena ini menarik dikaji khususnya di kalangan remaja Kecamatan Selupu Rejang, yang berada pada masa transisi menuju pernikahan namun dihadapkan pada standar sosial kemapanan yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perspektif remaja Kecamatan Selupu Rejang terhadap konsep kemapanan menjelang pernikahan, serta bagaimana kesesuaian perspektif tersebut dengan hukum Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis-empiris dengan jenis penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif-deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan calon pengantin yang terdaftar di KUA Kecamatan Selupu Rejang, kemudian dianalisis berdasarkan lima dimensi kemapanan: ekonomi, psikologis, sosial, intelektual, dan spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemapanan dalam pandangan remaja bersifat multidimensional: kesiapan mental dan kewajiban menafkahi dipahami dengan baik, kesiapan ekonomi dipahami secara beragam antara moderat dan mutlak, sementara kesiapan ilmu dan spiritual hampir tidak teridentifikasi dalam kesadaran mereka. Dilihat dari perspektif hukum Islam, pemahaman remaja mengenai ekonomi lebih condong pada pendapat Ibnu Taimiyah tentang al-ba'ah sebagai kemampuan menanggung biaya nikah, sementara pemahaman mereka tentang kedewasaan lebih condong pada pendapat Imam Syafi'i, Imam Ahmad, dan M. Quraish Shihab tentang rusyd. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman remaja Selupu Rejang tidak bertentangan dengan hukum Islam, namun belum lengkap dan belum seimbang, karena terlalu menekankan aspek ekonomi dan mengabaikan aspek ilmu serta spiritual yang justru diutamakan dalam Islam. Kata Kunci: Kemapanan, Remaja, Pernikahan, Hukum Islam, Al-Ba'ah
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Subjects: | K Law > K Law (General) | ||||||||
| Divisions: | Pasca Sarjana (S2) > Hukum Keluarga Islam (S2) | ||||||||
| Depositing User: | akun10 akun10 | ||||||||
| Date Deposited: | 13 Sep 2026 14:16 | ||||||||
| Last Modified: | 13 Sep 2026 14:16 | ||||||||
| URI: | http://e-theses.iaincurup.ac.id/id/eprint/10835 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
