Implementasi Restorative Justice Dalam Penyelesaian Kasus Kdrt Ditinjau Dari Perspektif Hukum Keluarga Islam

Hakim, Pakhrizal and Bin Ridwan, Rifanto and Hendrianto, Hendrianto (2026) Implementasi Restorative Justice Dalam Penyelesaian Kasus Kdrt Ditinjau Dari Perspektif Hukum Keluarga Islam. Masters thesis, Institut Agama Islam Negeri Curup.

[img] Text
PAKHRIZAL HAKIM-IMPLEMENTASI RESTORATIVE JUSTICE DALAM PENYELESAIAN KASUS KDRT DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM.pdf

Download (3MB)

Abstract

Abstrak Penerapan keadilan restoratif (restorative justice) dalam penyelesaian kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) menjadi isu aktual dalam sistem penegakan hukum di Indonesia, tidak terkecuali di Polres Lebong. Pendekatan ini menawarkan penyelesaian di luar jalur litigasi yang menitikberatkan pada pemulihan hubungan antara korban dan pelaku, serta melibatkan partisipasi masyarakat. Namun, implementasinya dalam kasus KDRT yang merupakan delik aduan absolut menimbulkan pertanyaan penting ketika ditinjau dari perspektif hukum keluarga Islam, yang memiliki tujuan luhur membangun keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi restorative justice dalam penyelesaian kasus KDRT di Polres Lebong, serta meninjau praktik tersebut dari perspektif hukum keluarga Islam. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lebong, para pihak yang terlibat perkara (korban dan pelaku), tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Data sekunder mencakup peraturan perundang-undangan terkait, buku, dan jurnal ilmiah. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi restorative justice di Polres Lebong dilakukan melalui mediasi atau gelar perkara khusus yang dihadiri oleh pelaku, korban, keluarga kedua belah pihak, dan aparat kepolisian . Proses ini mensyaratkan adanya pengakuan bersalah dari pelaku, kesediaan korban memaafkan, serta kesepakatan perdamaian yang biasanya dituangkan secara tertulis . Dari perspektif hukum keluarga Islam, praktik restorative justice sejalan dengan prinsip islah (perdamaian) yang sangat dianjurkan dalam menyelesaikan konflik rumah tangga, sebagaimana termaktub dalam QS. An-Nisa ayat 35. Proses mediasi yang melibatkan keluarga dan tokoh masyarakat merefleksikan perintah untuk mengutus hakam (juru damai) dari kedua belah pihak. Selain itu, hasil kesepakatan seperti pemberian kompensasi atau jaminan pemenuhan nafkah juga mencerminkan nilai keadilan ('adalah) dan tanggung jawab (mas'uliyyah) dalam Islam. Meskipun demikian, penerapan restorative justice harus tetap memperhatikan perlindungan terhadap korban dan memastikan bahwa perdamaian tidak mengorbankan hak-hak korban atau mengulangi kekerasan di masa depan.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmail
Hakim, Pakhrizalpakhrizal@iaincurup.ac.id
Bin Ridwan, Rifantorifanto@iaincurup.ac.id
Hendrianto, Hendriantohendrianto@iaincurup.ac.id
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Pasca Sarjana (S2) > Hukum Keluarga Islam (S2)
Depositing User: akun8 akun8
Date Deposited: 08 Sep 2026 01:23
Last Modified: 08 Sep 2026 01:23
URI: http://e-theses.iaincurup.ac.id/id/eprint/10811

Actions (login required)

View Item View Item