Praktik Pengangkatan Anak Dalam Keluarga Muslim Perspektif Maslahah Di Pengadilan Agama Lubuklinggau Dalam Perkara Nomor 55/Pdt.P/2024/Pa.Llg

TANJUNG, M.RAJAB and Yusefri, Yusefri and Syah, Mabrur (2026) Praktik Pengangkatan Anak Dalam Keluarga Muslim Perspektif Maslahah Di Pengadilan Agama Lubuklinggau Dalam Perkara Nomor 55/Pdt.P/2024/Pa.Llg. Masters thesis, Institut Agama Islam Negeri Curup.

[img] Text
Muhammad Rajab Martadi Tanjung.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji praktik pengangkatan anak dalam keluarga Muslim di Kota Lubuklinggau dengan perspektif maslahah, khususnya berdasarkan Penetapan Pengadilan Agama Lubuklinggau Nomor 55/Pdt.P/2024/PA.LLG. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena meningkatnya praktik adopsi yang dilakukan masyarakat Muslim, baik melalui jalur adat maupun melalui penetapan pengadilan, serta munculnya berbagai persoalan hukum dan sosial, seperti konflik waris, perselisihan antara orang tua kandung dan orang tua angkat, serta sengketa hak anak angkat setelah orang tua angkat meninggal dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam menetapkan pengangkatan anak, mengidentifikasi hambatan yang terjadi dalam praktik pengangkatan anak, serta menganalisis praktik tersebut berdasarkan konsep maslahah dalam hukum Islam. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif–empiris (yuridis empiris) dengan strategi studi kasus terhadap penetapan tersebut, menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui wawancara dengan hakim, aparat pengadilan, orang tua angkat, dan orang tua kandung, serta studi dokumentasi terhadap putusan pengadilan dan peraturan perundang-undangan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dasar pertimbangan hakim dalam perkara No. 55/Pdt.P/2024/PA.LLG berlandaskan pada ketentuan hukum nasional dan hukum Islam, dengan menekankan prinsip kepentingan terbaik bagi anak. Hakim tidak mengubah status nasab anak angkat, sehingga sejalan dengan konsep kafalah dalam Islam. Hambatan yang ditemukan meliputi kurangnya pemahaman masyarakat tentang prosedur hukum, birokrasi administrasi, kendala psikologis anak, serta potensi konflik keluarga terkait hak waris. Analisis maslahah menunjukkan bahwa praktik pengangkatan anak membawa kemaslahatan dalam aspek perlindungan jiwa, kesejahteraan anak, penguatan solidaritas sosial, serta kepastian hukum. Namun demikian, pengangkatan anak tetap harus dilakukan melalui mekanisme hukum yang sah agar tidak menimbulkan mudarat di kemudian hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik pengangkatan anak oleh keluarga Muslim di Kota Lubuklinggau, jika dilakukan melalui penetapan pengadilan dan sesuai prinsip syariah, merupakan bentuk implementasi maslahah mursalah yang relevan dalam konteks hukum keluarga Islam kontemporer. Kata Kunci: Pengangkatan Anak, Maslahah, Hukum Islam, Pengadilan Agama, Lubuklinggau.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmail
TANJUNG, M.RAJABmrajabtanjung@iaincurup.ac.id
Yusefri, Yusefriyusefriys@iaincurup.ac.id.
Syah, Mabrurmabrursyah@iaincurup.ac.id
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Pasca Sarjana (S2) > Hukum Keluarga Islam (S2)
Depositing User: akun6 akun6
Date Deposited: 03 Sep 2026 07:46
Last Modified: 03 Sep 2026 07:46
URI: http://e-theses.iaincurup.ac.id/id/eprint/10731

Actions (login required)

View Item View Item