Peran Mediasi Dalam Penyelesaian Sengketa Perceraian: Studi Kasus Di Pengadilan Agama Lubuk Linggau Pada Perkara Nomor 689/Pdt.G/2025/Pa.Llg

Pranata, Yudha and Yusefri, Yusefri and Edyar, Busman (2026) Peran Mediasi Dalam Penyelesaian Sengketa Perceraian: Studi Kasus Di Pengadilan Agama Lubuk Linggau Pada Perkara Nomor 689/Pdt.G/2025/Pa.Llg. Masters thesis, Instiut Agama Islam Negeri Curup.

[img] Text
Yudha Pranata.pdf

Download (3MB)

Abstract

Nama Yudha Pranata, NIM 24801016, “Peran Mediasi Dalam Penyelesaian Sengketa Perceraian: Studi Kasus Di Pengadilan Agama Lubuk Linggau Pada Perkara Nomor 689/PDT.G/2025/PA.LLG”, tesis, Curup, Program Pascasarjana IAIN Curup, Program Studi Hukum Keluarga Islam, 2026. 120 halaman. Penelitian ini mengkaji peran mediasi dalam penyelesaian sengketa perceraian melalui studi kasus terhadap Perkara Nomor 689/Pdt.G/2025/PA.LLG di Pengadilan Agama Lubuk Linggau. Perkara tersebut dipilih karena memiliki karakter yang khas, yaitu permohonan cerai talak yang diajukan oleh suami dengan latar belakang dugaan perselingkuhan istri yang berujung pada perselisihan dan pertengkaran secara terus-menerus dalam perkawinan yang telah berlangsung kurang lebih empat belas tahun dan dikaruniai dua orang anak, tetapi perkara tersebut justru berhasil didamaikan hanya dalam satu kali pertemuan mediasi. Kontras antara beratnya pemicu konflik dan cepatnya perdamaian tercapai inilah yang menjadi alasan pemilihan perkara ini sebagai objek kajian. Secara normatif, mediasi sejalan dengan konsep ishlah dalam hukum Islam yang menekankan penyelesaian konflik melalui musyawarah dan perdamaian, sedangkan dalam hukum positif Indonesia mediasi diwajibkan pada setiap perkara perdata sebagaimana diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pelaksanaan mediasi, faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya, serta pengaruh hasil mediasi terhadap penyelesaian perkara tersebut, dengan menggunakan metode yuridis empiris melalui pendekatan kualitatif deskriptif dan model studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan hakim mediator, observasi terhadap proses mediasi, dan studi dokumentasi berkas perkara, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mediasi dalam perkara tersebut dilaksanakan sesuai ketentuan PERMA Nomor 1 Tahun 2016 dan berhasil mencapai kesepakatan damai dalam satu kali pertemuan. Keberhasilan tersebut dipengaruhi oleh itikad baik para pihak, kesiapan psikologis untuk berdialog, komunikasi yang masih terbuka antara suami dan istri, keberadaan anak serta keinginan mempertahankan rumah tangga, dan kemampuan hakim mediator menerapkan pendekatan fasilitatif, komunikatif, persuasif, empatik, serta netral sehingga ketegangan emosional yang bersumber dari dugaan perselingkuhan dapat diredam dan komunikasi antarpihak dipulihkan. Keberhasilan mediasi tersebut berdampak pada pencabutan permohonan cerai talak oleh Pemohon sehingga proses litigasi tidak dilanjutkan dan ikatan perkawinan para pihak tetap terjaga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mediasi tidak hanya berfungsi sebagai prosedur formal dalam beracara, tetapi juga sebagai sarana perwujudan ishlah yang mampu menghadirkan perdamaian, kemaslahatan, dan perlindungan terhadap keutuhan keluarga, sehingga praktik mediasi dalam perkara ini layak dijadikan model pembelajaran (best practice) bagi penguatan pelaksanaan mediasi perceraian di Pengadilan Agama. Kata Kunci: Mediasi, Perceraian, Pengadilan Agama, Islah, Studi Kasus.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmail
Pranata, Yudhayudhapranata@iaincurup.ac.id
Yusefri, Yusefriyusefriys@gmail.com
Edyar, Busmanbusmanedyar@gmail.com
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Pasca Sarjana (S2) > Hukum Keluarga Islam (S2)
Depositing User: akun8 akun8
Date Deposited: 03 Sep 2026 07:41
Last Modified: 03 Sep 2026 07:41
URI: http://e-theses.iaincurup.ac.id/id/eprint/10730

Actions (login required)

View Item View Item