AHDIAN, KHULAFI and Hayati, Ilda and Ridwan, Rifanto Bin (2026) Pembatalan Penetapan Ahli Waris Pada Putusan Nomor 293/Pdt.G/2025/Pa.Crp Dalam Tinjauan Maqashid Syariah. Masters thesis, INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI CURUP.
|
Text
Khulafi Fulltext.pdf Download (17MB) |
Abstract
ABSTRAK Nama Khulafi Ahdian, NIM 24801009, Pembatalan Penetapan Ahli Waris pada Putusan Nomor 293/Pdt.G/2025/PA.Crp dalam Tinjauan Maqashid Syariah, tesis, Program Pascasarjana IAIN Curup, Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), 2026. 141 halaman. Penetapan ahli waris secara voluntair memiliki celah prosedural yang dapat membuka peluang terjadinya penyelundupan ahli waris (tadlis). Putusan Nomor 293/Pdt.G/2025/PA.Crp menunjukkan adanya praktik tersebut ketika sebagian anak pewaris tidak dicantumkan dalam Penetapan Nomor 15/Pdt.P/2025/PA.Crp sehingga mengakibatkan ahli waris yang sah kehilangan hak atas harta warisan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pertimbangan hukum (legal reasoning) hakim dalam membatalkan penetapan ahli waris yang mengandung tadlis, serta mengetahui konstruksi perlindungan hukum bagi ahli waris yang dirugikan akibat tadlis (penyelundupan) dalam Putusan Nomor 293/Pdt.G/2025/PA.Crp berdasarkan perspektif maqashid syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif-empiris dengan desain studi kasus hukum. Data diperoleh dari Putusan Nomor 293/Pdt.G/2025/PA.Crp, studi kepustakaan, serta wawancara semi-terstruktur dengan hakim dan panitera pengganti Pengadilan Agama Curup. Analisis dilakukan melalui analisis isi, analisis legal reasoning menggunakan tahapan konstatir, kualifisir, dan konstituir, serta analisis maqashid syariah dengan pendekatan sistem Jasser Auda. Validitas data diuji melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 293/Pdt.G/2025/PA.Crp dibangun melalui tahapan konstatir, kualifisir, dan konstituir dengan standar pembuktian preponderance of evidence, sehingga praktik tadlis terbukti dan penetapan ahli waris sebelumnya dinyatakan batal. Kedua, konstruksi perlindungan hukum bagi ahli waris yang dirugikan akibat tadlis (penyelundupan) pada Putusan Nomor 293/Pdt.G/2025/PA.Crp dalam perspektif maqashid syariah dibangun atas tiga pilar, yaitu yuridis-prosedural, substantif-maqashidi, dan restoratif, yang secara tegas menegakkan hifz al-nasl melalui pemulihan pengakuan nasab dan hifz al-mal melalui pencegahan penguasaan harta secara batil. Konstruksi tersebut diperkuat melalui penerapan prinsip sadd al-dhara’i’ berupa penguatan transparansi peradilan, penyusunan SOP verifikasi ahli waris, publikasi permohonan penetapan ahli waris, dan integrasi data kependudukan (Dukcapil). Kata Kunci: Pembatalan Penetapan Ahli Waris, Tadlis, Maqashid Syariah, Legal Reasoning, Pengadilan Agama
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology K Law > K Law (General) |
||||||||
| Divisions: | Pasca Sarjana (S2) > Hukum Keluarga Islam (S2) | ||||||||
| Depositing User: | akun4 akun4 | ||||||||
| Date Deposited: | 02 Sep 2026 04:25 | ||||||||
| Last Modified: | 02 Sep 2026 04:25 | ||||||||
| URI: | http://e-theses.iaincurup.ac.id/id/eprint/10697 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
