Penyalahgunaan Narkoba Sebagai Alasan Perceraian dalam Perspektif Maqashid Syariah

Utama Putra, Handika and Edyar, Busman and Hayati, Ilda (2026) Penyalahgunaan Narkoba Sebagai Alasan Perceraian dalam Perspektif Maqashid Syariah. Masters thesis, Institut Agama Islam Negeri Curup.

[img] Text
TESIS HANDIKA LENGKAP.pdf - Accepted Version

Download (11MB)

Abstract

Penyalahgunaan narkoba telah menjadi ancaman sistemik yang tidak hanya merusak kesehatan individu, tetapi juga mengikis ketahanan keluarga dan berkontribusi terhadap tingginya angka perceraian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam proses penyalahgunaan narkoba sebagai pemicu perceraian di Kabupaten Rejang Lebong serta mengevaluasinya melalui perspektif Maqasid Syariah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus (case study research) dengan desain eksplanatori sekuensial. Pendekatan ini menggabungkan analisis data kuantitatif yang diperoleh dari Pengadilan Agama Curup serta wawancara mendalam terhadap pihak-pihak yang bercerai, tokoh adat, dan praktisi hukum guna memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai fenomena yang diteliti. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkoba di Rejang Lebong merupakan problematika sistemik yang berkorelasi kuat dengan 15–30% gugatan perceraian di Pengadilan Agama Curup dalam dua tahun terakhir. Proses perceraian bersifat kumulatif, dimulai dari tahap dependensi yang mengubah hierarki motivasi suami, dilanjutkan dengan disfungsi ekonomi dan kegagalan peran (role failure), serta diakhiri dengan kekerasan fisik dan psikis yang menciptakan lingkungan rumah tangga patologis. Stigma sosial dari komunitas adat Rejang justru memperparah isolasi keluarga korban. Dalam konteks ini, perceraian menjadi strategi bertahan (survival strategy) bagi istri yang mengalami keletihan fisik, emosional, dan spiritual setelah berbagai upaya penyelamatan gagal.. Dari perspektif Maqashid Syariah, penyalahgunaan narkoba secara sistematis mencederai lima tujuan universal syariat, yaitu merusak akal (hifzh al‘aql), membahayakan jiwa (hifzh al-nafs), mengancam keturunan (hifzh al-nasl), dan menghancurkan harta (hifzh al-mal). Dengan demikian, Islam memandang perceraian dalam situasi ini bukan sekadar solusi hukum, melainkan sebuah keniscayaan untuk melindungi kemaslahatan yang lebih besar, terutama keselamatan jiwa dan masa depan keturunan, ketika tujuan sakral pernikahan untuk meraih ketenangan dan kasih sayang telah musnah. Perceraian menjadi jalan terakhir yang sah untuk memelihara tujuan-tujuan syariat yang lebih fundamental.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmail
Utama Putra, Handikahandikautamaputra.mhs24@iaincurup.ac.id
Edyar, Busmanbusmanedyar@iaincurup.ac.id
Hayati, Ildaildahayati@iaincurup.ac.id
Subjects: K Law > K Law (General)
K Law > KZ Law of Nations
Divisions: Pasca Sarjana (S2) > Hukum Keluarga Islam (S2)
Depositing User: akun4 akun4
Date Deposited: 27 Aug 2026 08:45
Last Modified: 27 Aug 2026 08:45
URI: http://e-theses.iaincurup.ac.id/id/eprint/10628

Actions (login required)

View Item View Item