Metode Istinbāṭ Fatwa Mui Nomor 4 Tahun 2005 Tentang Pernikahan Beda Agama

Fauzi Ys, Rif'al and Kisworo, Budi and Ridwan, Rifanto Bin (2026) Metode Istinbāṭ Fatwa Mui Nomor 4 Tahun 2005 Tentang Pernikahan Beda Agama. Masters thesis, Institut Agama Islam Negri Curup.

[img] Text
Rif'al fauzi ys Metode Istinbāṭh Fatwa MUI No 4 Tahun 2005 Tentang Pernikahan Beda Agama.pdf

Download (6MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terjadinya pernikahan beda agama di Indonesia yang memunculkan perbedaan pandangan antara ketentuan normatif Al-Qur'an, praktik hukum, dan Fatwa MUI Nomor 4 Tahun 2005 yang mengharamkannya secara mutlak, termasuk pernikahan laki-laki muslim dengan perempuan Ahlul Kitab. Kondisi tersebut mendorong perlunya kajian terhadap metode istinbāṭh hukum yang digunakan MUI dalam menetapkan fatwa tersebut serta menilai relevansinya dengan konteks kehidupan beragama dan bernegara di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis metode istinbāṭ yang digunakan MUI serta mengkaji relevansinya dalam menjawab dinamika masyarakat Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian normatif yang bersifat kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Data penelitian berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang diperoleh melalui penelaahan terhadap Fatwa MUI Nomor 4 Tahun 2005, Al-Qur'an, hadis, kitab-kitab uṣhūl fikih, literatur ilmiah, peraturan perundang-undangan, serta berbagai dokumen yang relevan. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan pendekatan uṣhūl fikih melalui metode deskriptif-analitis, yaitu dengan mendeskripsikan konstruksi fatwa, mengidentifikasi dalil-dalil dan metode istinbāṭ yang digunakan MUI, kemudian menganalisisnya secara kritis untuk menilai relevansinya dalam konteks kehidupan beragama dan bernegara di Indonesia. Hasil penelitian ini adalah: Pertama, metode dan bentuk istinbāth yang digunakan dalam fatwa tersebut integrasi metode istinbāth tekstual (bayāni) dan metode istinbāth kontekstual (ta’lili dan isthilāhi). Metode istinbāth Fatwa MUI Nomor 4 Tahun 2005 dapat dirumuskan sebagai model integratif-hierarkiskontekstual, yakni suatu sistem penalaran hukum yang menggabungkan dalil tekstual, analisis uṣhūl fikih, orientasi maqāṣhid al-syari’ah dan pertimbangan sosial dalam satu alur yang sistematis. Kedua; realitas pluralitas sosial-keagamaan masyarakat Indonesia Dengan demikian hadirnya fatwa MUI No.4 tahun 2005 tentang nikah beda agama dan metode istinbāth yang digunakannya sangat tepat dan relevan dengan kondisi sosio keagamaan dan bernegara di Indonesia. Di tengah arus pluralisme yang semakin menguat Fatwa dan metode istinbāth MUI dapat sebagai instrumen normatif yang berupaya memberikan arah dan batasan dalam menghadapi realitas pluralitas menjaga identitas keagamaan (maqāṣhid alsyari’ah: hifz al-din), keharmonisan keluarga, dan pendidikan agama anak.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmail
Fauzi Ys, Rif'alrif'alfauziys@iaincurup.ac.id
Kisworo, Budibudikisworo55@gmail.com
Ridwan, Rifanto Binrifanto@iaincurup.ac.id
Subjects: H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
K Law > K Law (General)
Divisions: Pasca Sarjana (S2) > Hukum Keluarga Islam (S2)
Depositing User: akun9 akun 9 akun9
Date Deposited: 24 Aug 2026 02:15
Last Modified: 24 Aug 2026 02:16
URI: http://e-theses.iaincurup.ac.id/id/eprint/10505

Actions (login required)

View Item View Item